jadi disini saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah adanya desa saya yaitu desa Alue waki,
dulu disaat masa penjajahan belanda ada seseorang yang bernama raja tampok beliau adalah orang tua dari raja ubit,dan juga ada beberapa keturunan dan pengikut dari raja ubit,mereka semua melarikan diri ke hutan pedalaman atau yang sering di sebut dengan Pucok gunong hitam,mereka melarikan diri dari kejaran para Belanda, setelah Indonesia merdeka, mereka turun dari gunung pedalaman ke pemukiman biasa,lalu mereka memulai membangun desa yang awal mulanya hanya tanah yang di penuhi perpohonan tanpa adanya bangunan lalu menjadi sebuah desa yang bernama desa Alue waki yang di kenal luas dengan sebutan Gampong gunongkeung, mengapa di sebut dengan namanya Gampong gunongkeung,karena daerah tersebut gunungnya di akui kokoh dan kuat makanya dinamakan gunongkeung atau bahasa Indonesia (gunung yang kuat),
tetapi seiring berjalannya waktu,dan desa kami pun semakin hari semakin ramai masyakarat pendatang dari luar yang mungkin bisa mencapai 60% yang dominan asli dari desa kami mungkin hanya 40% ,jadi dikarenakan banyak pendatang dari luar, desa kamipun penyebutannya sedikit berubah yang dulunya disebut gunongkeung sekarang disebut dengan gunongkong katanya penyebutan ini lebih mudah, memang penyebutannya tidak jauh berbeda tetapi pengertiannya lah yang membuat beda,jadi sekarang desa kami sudah ramai dikenal oleh masyarakat luas dengan nama desa gunongkong atau desa Alue waki.